Review #6 Falling Star – Diana Dempsey (Bilingual)

Falling StarPicture Courtesy of Goodreads.com

Falling Star

oleh Diana Dempsey | Penerbit: Bramerton Press | Negara: Amerika Serikat |
Terbit: April 2011 | ISBN: 978-0-9815223| Bahasa: Inggris | Tebal: 392 halaman |
Genre: Fiksi, Contemporary Romance, Chick Lit |
Link: Goodreads, Amazon Kindle | Format yang saya baca: Kindle book |
Harga: $ 0.00 (masih berlaku hingga review ini diterbitkan) |
Rating saya: *** dari *****

Wanna read the English version? Click HERE.

Saya mendapatkan buku Kindle ini sebagai gratisan, mungkin dari newsletter BookGorilla atau hasil berburu di situs2 lain. Tapi, seperti penimbun buku/e-book pada umumnya, saya belum punya waktu untuk membaca sebelum libur Lebaran kemarin. Nah, dalam suasana libur dan malas2an di rumah, saya akhirnya membaca novel ini.

First impression
Tidak seperti bayangan saya pada saat akan membaca novel ini, ternyata novel ini “berisi”. Plus, I loved the color blue on the cover, though the cover does not exactly scream elegance. Awalnya saya sudah berpikir, “Oh well, I need entertainment, so this chick flick should entertain, right?” Ya lihat saja gambar sampulnya, kaki jenjang seorang wanita yang berbalut stiletto. Ga salah dong saya pikir ini adalah chick flick. Memang iya, sepertinya novel ini bisa dibilang chick lit, but don’t let the cover fool you, karena saya mendapat lebih dari sekedar hiburan ketika membaca novel ini.

Meet the characters
Natalie Daniels
Tokoh Natalie ini menarik buat saya karena 1) usianya kepala empat, 2) berprofesi sebagai reporter, kemudian penyiar berita kawakan di stasiun TV KXLA di Los Angeles, 3) sudah bekerja di KLXA selama 18 tahun dan mengantongi banyak penghargaan. Poin 1 menarik karena biasanya saya kebetulan lebih sering membaca novel romance di mana tokoh utamanya adalah wanita 20-an tahun atau awal 30-an. Poin 2 menarik karena saya tidak banyak tahu soal profesi ini selain dari yang saya lihat di berita. Saya hanya tahu mereka membaca berita dari teleprompter. But that’s the amount of my knowledge about anchors. Poin 3… masa’ harus saya jelaskan? It’s Girl Power, you guys!
Natalie adalah protagonis dan tokoh sentral dalam novel ini. Dia sangat mencintai dunia siaran berita TV dan merupakan penyiar yang berdedikasi dan berpengalaman yang sudah mengantongi. Tapi dalam dunia yang sangat mementingkan penampilan dan usia, Natalie harus mengakui bahwa skills saja tidak bisa menjadi jaminan.
Geoff Marner
Om2 Agen/publisis asal Australia (yum, gibberish but nonetheless sexy accent *insert Chris Hemworth dan Sam Worthington di sini*) berusia 37 yang ganteng dan berbodi keren ini sangat peduli dengan Natalie sebagai kliennya. Dia tahu benar kemampuan Nats sebagai penyiar berita dan sangat mengagumi wanita itu secara profesional. Dia juga bisa dibilang adalah sahabat Nats, meskipun strictly in a professional sense. Sayangnya, Geoff ini off-limits karena sudah punya tunangan. So much for romance in a romance novel, huh?
Kelly Devlin
Saya ga bisa lebih sebel lagi sama karakter ini. Cantik, muda, dan berbakat sebagai penyiar berita tapi manipulatif, ambisius, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang dia mau. Itulah Kelly, antagonis dalam dunia Natalie. Dia adalah foil bagi Nats, dan buat saya ini adalah poin negatif untuk novel ini. Meskipun dikisahkan bahwa Kelly memiliki masa lalu yang sulit, saya tetap ga bisa bersimpati terhadap cewek ini karena when I thought she couldn’t go lower than I had expected, she was always able to surprise meSeringkali saya ga cuma ingin menggampar cewek ini, tapi melemparnya ala judo. HYATT!!! *membayangkan saya bisa bela diri*
Tony Scoppio
Scoppio adalah tokoh antagonis lain dalam novel ini. Setidaknya dari kacamata saya. Dia adalah news director baru di KXLA yang direkrut untuk mengangkat stasiun TV itu dari jerat utang. Bisa dibilang dia lumayan tiran, tetapi bukan berarti dia tidak profesional. Oh ya, tentu saja dia memang punya skills, tapi tetap saja dia melakukan banyak hal yang menunjukkan lapse in judgment. Pria ini mengejar bonus karena dia ingin hidup nyaman bersama istrinya setelah pensiun dari industri ini. Bisa saja dia beralasan begitu, tapi IMO itu tidak membenarkan semua tindakan dia terhadap Nats.

The viewpoints
Novel ini dituliskan melalui sudut pandang orang ketiga di mana penulis adalah narator yang menceritakan kisah seluruh tokoh melalui pandangan tokoh2 tersebut. Tokoh sentral dalam novel ini adalah Natalie. Tidak kalah penting adalah Kelly yang menjadi yin bagi yang Natalie. Kita juga bisa melihat simbolisasi yin-yang dalam Scoppio vs. Geoff, di mana Geoff si agen yang baik dan pengertian berhadapan dengan Scoppio si news director yang ambisius dan licik.

yin-yangyin-yang

The plot
Novel ini diawali dengan sebuah pemakaman Evelyn “Evie” Parker—mentor dan sahabat Natalie, yang dipecat dari KXLA setelah mengabdi dua dekade sebagai penyiar. Penghargaan2 Emmy yang dikantonginya, serta kepiawaiannya sebagai penyiar yang membawa KXLA menjadi salah satu stasiun terbesar di LA, tidak membuatnya menjadi aset berharga bagi KXLA. Dalam industri penyiaran berita TV yang kejam, ketika usia kamu jauh melebihi standar yang bisa diterima, it’s sayonara. Bahkan dalam kematiannya pun Evie tetap dikesampingkan demi berita gempa yang tiba2 melanda LA. Batin Natalie miris, “Even your funeral got overshadowed by a news event.”

Hal yang sama pun tak lama kemudian menimpa Natalie. Semua dimulai dengan dua kalimat yang sangat dismissive dan sinis, “Maybe you’re out of touch. Maybe you’ve gotten soft from all those years behind the anchor desk.” Tentu saja Nats syok dan langsung bersikap defensif. Tapi menurut saya, sikap defensif itu tidak lain adalah satu langkah menuju pengakuan bersalah. Meskipun sikap Scoppio sangat dingin dan tak acuh, bisa jadi juga kan ada kebenaran dari omongan pedasnya itu? Tapi setelah itu Scoppio melancarkan pukulan telak yang mengguncang dunia Natalie. As of right now I’m not planning to pick up the option on your contract.” Dengan kata lain: PHK. Hanya dalam hitungan bulan Nats harus menemukan pekerjaan lain.

Tak hanya itu; setelah sesinya dengan si bos yang berakhir suram itu, dia membuat kesalahan besar di hadapan jutaan orang yang menontonnya secara live di TV. Dua kali! Malangnya lagi, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Karier yang dibanggakan dan jadi sandaran Nats selama ini terancam, begitu pula pernikahannya. Miles walks out of their over-a-decade marriage “for a bimbo from his sitcom”. How’s that for unfortunate events? Satu2nya tempat Nats berpaling adalah Geoff. Agennya yang bersahabat ini always has her best interest at heart. Mereka pun mencari cara untuk tetap mempertahankan pekerjaan Nats, meskipun tidak di KXLA.

Sebelum kontraknya dengan KXLA habis, Nats harus tidak puas digeser oleh Kelly. Penyiar wanita nomor dua di KXLA ini langsung menempati posisi puncak setelah Scoppio menggeser Nats. Seperti Evie bagi Nats, Nats juga pernah berperan sebagai mentor bagi Kelly di universitas, mengajarkan semua yang dia tahu tentang penyiaran, bahkan memberinya posisi magang di KXLA. Dan sekarang dia digeser begitu saja. Bah! Seandainya Kelly memang jempolan, Nats bisa saja mundur teratur. But Kelly is not Nats. She’s a nuclear bomb waiting to explode.

Tanpa memberikan spoilers yang akan merusak kenikmatan teman2 membaca novel ini, saya akan mengakhiri penjelasan plot ini dengan beberapa pertanyaan.

  • Seperti sudah saya jelaskan di awal, Kelly dan Nats adalah yin dan yang. Dengan analogi ini, bagaimana peran Kelly dalam hidup Nats? Apakah bagi Kelly, Nats adalah mentor yang sangat dihormati, seperti Evie bagi Nats? Apakah Kelly tidak punya andil dalam menggeser Nats di KXLA?
  • Kelly is a nuclear bomb waiting to explode. Mengapa? Apa saja sebenarnya yang sudah dia lakukan?
  • Bagaimana dengan Miles? Bagaimana peran Miles dalam “kehancuran” Nats?
  • Hubungan Geoff dan Nats hanya sebatas profesi, agen dan klien. Tapi kita para pembaca kan butuh romance. Will there be some of that action?
  • Novel ini berjudul Falling Star. Seberapa dalam Nats harus jatuh? Will she be able to rise after the fall, or will she have to pick up the pieces and move on?

Through my glasses
Yang membuat saya hanya memberi 3 bintang untuk novel ini salah satunya adalah karakter Kelly. Ingat ketika menonton sinetron selalu ada tokoh antagonis yang selalu melotot untuk menunjukkan antagonismenya dan membuat kamu ingin mencolok matanya? Itu yang saya rasakan untuk Kelly. Sejak dulu saya tidak suka dengan karakter Bawang Merah dan Bawang Putih dalam sinetron (yang mungkin berjudul sama). It’s all black and white. Padahal hidup penuh dengan ranah abu2. Meskipun Kelly memiliki masa lalu yang bagi dia bisa membenarkan ambisinya, buat saya there’s always other ways than down.

Di sisi lain, ketakutan2 Nats ketika dia menyadari mungkin dia tidak bisa mempertahankan kariernya selama yang dia mau menurut saya masuk akal dan membuat kita bersimpati. Tetapi saya sempat agak bete juga dengan Nats karena dia [SPOILER HERE: highlight to read] tidak bisa mencium “gejala2” affair Kelly dan Miles yang terjadi di bawah atap rumahnya sendiri ketika dia menampung Kelly dalam kapasitas mentor-mentee. Talk about being oblivious. Ya masa’ sih ga ketahuan? Tapi demi plot dan twist yah. Okelah…. Cuman, saya lebih suka kalau Nats tahu tapi menyembunyikan itu dari pembaca dan hanya membeberkannya di bagian akhirnya. That would be, well, kudos to her.

Terus, Geoff. Come on, mate, [SPOILER HERE: highlight to read] masa’ sih dirimu yang keren itu nyari istri cuman sebagai “tempelan” saja? Anyone who fits the bill will do? And here I thought Australians were much more fun than that. Tapi mungkin itu gegara orang Australia yang aku kenal kenal??? kapan kenalan? tauk doang kaliii cuman Sam Worthington dan Chris Hemworth. Oh, jangan lupa Om Hugh Jackman. [SPOILER HERE: highlight to read] Marriage is too much time in a lifetime to be spent living with a woman you don’t really love.

Tapi novel ini lumayan membuka mata saya tentang dunia Nats. Tentang profesinya. Tentang industri di LA yang, meskipun tidak serunyam Hollywood, mementingkan keahlian hanya sampai kamu bisa ditukar dengan yang lebih cantik, lebih muda, dan lebih menarik bagi demografi penonton yang kebanyakan 20-30-an tahun.

It’s chick lit with a message, of hardship and challenges and rising from a fall. It does not matter how you fall; the thing that matters is how you rise.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s