Booking Through Thursday #4 Summer Reading Redux

Booking Through Thursday

Biarpun telat sehari, tetep dong saya mau ikutan Booking Through Thursday meme hari ini.  Pertanyaan buat minggu ini adalah:

Do your reading habits change in the summer? Do you take your books outside more? Do you curl up in the air conditioning? Do you read fluff instead of serious books? Are you too busy playing in the sun or gardening or whatever to read much at all?

Summer? Hmmm, musim kemarau di Indonesia diibaratkan summer gitu yah? Habisnya, as a country that’s located on the equator, Indonesia only has 2 seasons: dry and rainy seasons. Tapi gegara entah apa–El Nino, La Nina, atau apa–musim kemarau yang harusnya April sampai September, belom juga datang. Katanya Juni harusnya sudah lewat dari musim pancaroba, musim peralihan di antara musim hujan dan kemarau, tapi bulan Juni ini cuaca masih tak menentu. Mau dibilang kemarau tapi kok sehari2 hujan atau mendung. Mau dibilang musim hujan kok sehari2 panas gerah.

Ya sudahlah. Membahas iklim yang tak menentu itu bikin pusing. Yang jelas “summer” kali ini berbeda dua tahun lalu dan tahun2 sebelumnya. Dua tahun lalu, sepertinya ketika Jogja sedang panas2nya, saya ga bisa lagi betah dengan satu posisi di dalam kamar. Tiduran di lantai ga enak (keras dong), di kasur ga enak (kurang adem). Jadinya, membaca juga ga bisa asik. Kan susah juga baca sambil geser2 nyari posisi uenak (pewe). Itu beda dengan masa2 SMA (jangan tanya deh berapa tahun lalu) ketika my reading haven ketika “summer” adalah tempat jemuran di lantai atas yang enak banget buat baca berjam2.

Reading under the sun

Tahun ini, dalam kebingungan iklim, “summer” saya ga lagi berarti baca di bawah matahari. Tapi, walaupun “summer” kali ini menari2–mendung dan hujan sehari-hari–ga berarti juga tiba2 saya ada mood buat nyelesein reading challenge atau ngabisin timbunan. Timbunan saya masih lumayan banyak, dan 99% belom diapa2in. *memandang Kindle Fire dengan rasa bersalah* Ditambah hampir setiap hari nimbun gratisan e-book. Itu timbunan di Kindle Fire pun gratisan semua (dan belum diposting di sini), jadi nimbunnya tanpa merasa bersalah terhadap dompet dan kartu ATM. Yaaah, sekarang sih berdoa saja semoga libur Lebaran bisa dipake buat ngabisin timbunan barang sedikit, biar bisa catch up with reading challenge yang saya ikuti.

Nah, kalo buat kamu, apa kebiasaan baca kamu berubah pada “summer” tahun ini? Untuk ikutan meme ini, tinggal langsung ke TKP: blog BTT, lalu tinggalkan link di komen.

6 responses to “Booking Through Thursday #4 Summer Reading Redux

  1. ayoo, semangat mengurangi timbunan, kakak~
    aku aja masih banyak nih, buku yang belum terjamah dan bahkan aku lupa kalau aku punya buku itu *ditendang ke Milan*
    tapi, susah sih.. kalau udah ketemu buku tuh rasanya kepincuttt banget pengen belii.. huhuhu..
    Semoga aja libur lebaran ini bisa menuntaskan hutang2 yang tak terbayar ya, kak, bukannya malah nambah timbunan😄
    tapi

  2. jadi kepengen ikutan meme deh mbaaaak, entah sempet atau enggak..wihihi..nanti coba aku ikutan ah *doakan*
    menimbun apa saja mbak??sini aku bantuin ngabisin timbunanmu deh *kedip-kedip*

    • Ikutan aja. Di blogku juga ada beberapa meme blog2 lain yg aku ikutin. Coba aja kamu buka2 di menu Meme di blogku. Gpp kok kl ga tiap minggu posting meme itu. Tp moga2 sempet ikutan tiap minggu. Amin.

      Aku nimbun banyak buku. Mau aku bikin postingan book haul gitu, tp belom sempet. Saking banyaknya. Bukunya sih banyakan e-book. Sampe udah mo penuh aja Kindle Fire-ku.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s