Review #2 Bought – Anna David (ID)

Bought
oleh Anna David
Format: e-book (PDF)
Penerbit: HarperCollins e-books
Negara: Amerika Serikat
Terbit: 19 Mei 2009
ISBN: 978-0-06-187957-9
Bahasa: Inggris
Terjemahan: Belum ada
Genre: Fiksi, Chick Lit
Link: Goodreads, Amazon
Situs Penulis
Ratingku: **** dari *****

Pertama kupikir, “Well… aku bosen sekali. Aku butuh chick lit. Apa pun yang lucu atau romantis.” Secara teknis, novel ini memang bisa digolongkan ke dalam kategori chick lit, tapi seperti yang dibilang sebuah review dari The New York Post, novel ini adalah chick lit with a message.

Emma Swanson adalah seorang reporter kelas teri paruh waktu yang bertugas meliput selebriti kelas B (B-list) di red carpet untuk majalah Substance. Dia bermimpi keluar dari jeratan kerjanya yang membosankan ini dan mengejar karier sebagai jurnalis serius yang meliput berita-berita yang lebih serius. Sebelum terjun ke jurang pekerjaan ini, dia pikir meliput event adalah pekerjaan paling glamor dan menarik bagi seseorang yang bercita-cita menjadi penulis feature untuk majalah.

Jalannya untuk mencapai cita-cita itu terbuka dengan cara yang tidak terduga melalui orang yang tidak terduga: Jessica Morrison. Cewek ini datang sebagai plus one mantan pacar Emma (yang masih dia taksir dengan obsesif, bahkan sampai Facebook-stalking), Matt. Cantik dan seksi seperti model catwalk, Jessica sama sekali tidak terlihat seperti escort girl, semacam wanita panggilan. But she really is. Seorang cewek kenalan Emma mendeskripsikan Jessica bukan sebagai wanita simpanan karena dia punya banyak klien, bukan sebagai wanita panggilan karena dia tidak menerima uang tetapi barang/hadiah, melainkan semacam courtesan modern.

Mendengar itu, Emma kemudian mulai mencoba memperhatikan fakta yang selama ini dia abaikan di lingkungannya di Palisades, Los Angeles, California: di siang bolong pada jam kerja, banyak cewek single cantik bak model berkeliaran, biasanya shopping. Mereka bukan model, belum menikah (tidak pakai cincin kawin), tapi menghabiskan uang berbelanja fashion brand mahal. Wow, courtesan modern seperti yang dibilang kenalannya itu bertebaran di L.A.! Dan kesadaran atas hal ini mendorongnya untuk menghubungi seorang editor senior di kantornya dan menyampaikan keinginannya untuk menulis cover story tentang praktek prostitusi modern di L.A. yang gemerlap. Tapi, bagaimana dia mendapatkan sumber untuk tulisannya?

Di sinilah Jessica berperan. Setelah berhasil mendekati Jessica dan membuat semacam perjanjian untuk menjadikannya narasumber, Emma memulai petualangan undercover menjadi courtesan modern bersama Jessica. Dia melihat bahwa para courtesan itu tak jauh berbeda dengan wanita pada umumnya: hingga titik tertentu, semua wanita  menggunakan seksualitas mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tapi apa yang membedakan mereka dari Emma dan wanita-wanita pada umumnya? Bagaimana petualangan Emma berakhir?

Ditulis dari pengalaman Anna David meliput prostitusi modern di L.A., Bought memberikan gambaran gemerlap dunia prostitusi yang dibidangi tokoh Jessica. Tetapi Bought juga mengupas lebih dalam tokoh Emma. Dia bukan hanya freelance quotes-finder yang bercita-cita menjadi penulis artikel serius. Dia juga seorang anak dari orang tua yang mengindoktrinasi anaknya untuk  settle down dengan pria yang bisa menjamin masa depan finansial si anak. Dia seorang kakak bagi seorang mahasiswi yang dilamar oleh seorang pria yang masih keturunan keluarga kerajaan Spanyol. Selain itu, dia juga seorang sahabat bagi seorang fulltime yes-woman–wanita yang berpendidikan tinggi dan berdedikasi sebagai ibu rumah tangga tetapi di depan suaminya berubah menjadi seperti cermin yang hanya merefleksikan apa pun yang disukai sang suami dan takut-takut menyampaikan pendapatnya sendiri. Dia semacam sahabat bagi seorang pria sesama press line reporter yang kecanduan narkoba dan akhirnya–dengan intervensi Emma–mau ikut rehabilitasi.

Emma adalah wanita modern yang progresif, meskipun menurutku sedikit naif. Alih-alih mengikuti jalan didikan orang tuanya dan menjadi yes-woman seperti sahabatnya, Claire, dia sampai pada sebuah kesimpulan: “…dunia pada intinya terbagi menjadi mereka yang percaya setelah menikah orang baru mulai belajar bagaimana menjalani hidup, dan mereka yang mencoba mencari jati diri sebelum menjadi pasangan untuk seseorang.”

Dalam perjalanannya mencari kebenaran untuk feature pertamanya itu, Emma menemukan banyak hal. Dia menyadari bagaimana cewek-cewek seperti Jessica menjalani dan memandang hidup mereka, bagaimana cara ibunya memandangnya, bagaimana obsesinya terhadap Matt membuatnya buta dan tidak melihat kepribadian Matt secara objektif, bagaimana wanita-wanita seperti sahabatnya (Claire) berubah menjadi semacam trophy wife bagi suami mereka, dan di mana posisinya di antara orang-orang itu. Novel ini memperlihatkan bagaimana kadang seperti kita, Emma pada awalnya tidak menyadari bahwa sebenarnya apa yang dia butuhkan, apa yang dia cari, ada di dekatnya, taken for granted.

Novel ini bukan a cinderella story, bukan cerita dengan akhir bahagia di mana Matt dan Emma hidup bahagia selamanya. Novel ini bercerita tentang manipulasi, the dark side of human nature, dan hal-hal yang sangat riilthings we can relate to meskipun berlatar gemerlap L.A. yang beda jauh dengan kehidupan pembaca pada umumnya: anak yang tidak persis seperti yang diinginkan orang tua, cinta yang berubah menjadi obsesi, sahabat yang menjauh karena perbedaan cara berpikir, pandangan tentang hubungan dan pernikahan, dll. Sekali lagi, novel yang recommended ini… lebih dari sekadar chick lit.

One response to “Review #2 Bought – Anna David (ID)

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s