Translate Me, Please! #1 The Escape Diaries – Juliet Rosetti (ID)

The Escape Diaries
oleh Juliet Rosetti
Format: e-book
Penerbit: Loveswept, Random House Publishing Group
Negara: Amerika Serikat
Terbit: 10 Desember 2012
ISBN: 978-0-345-53431-6
Bahasa: Inggris
Terjemahan (Indonesia): Tidak ada
Genre: Fiksi, Chick Lit
Link: Amazon, Goodreads, Random House
Sumber e-book: NetGalley (terima kasih kepada penerbit Loveswept karena sudah meng-approve request-ku)
Ratingku: **** dari *****

Lagi-lagi buku ini adalah “korban” judging the book by its cover. Okay, I’m very visual, sue me. Tapi, saya benar-benar tidak menyesal membaca novel ini. Novel ini penuh dengan quotable lines, bahasanya juga sangat menghibur. Ditulis melalui sudut pandang orang pertama, novel ini  memang sesuai dengan judulnya: sebuah diari yang menceritakan bagaimana Margarita “Mazie” Maguire melarikan diri dari penjara. Judul diari Mazie ini: A Guide to Breaking Out of Prison (Panduan Melarikan Diri dari Penjara).

Mazie adalah sosok next door girl, ahem, woman (29 tahun) yang sederhana dan mungkin, dalam bahasa gaul masa kini, alay. Dia bukan perempuan naif, tapi juga tidak jaded. Hidup di dalam penjara tidak merontokkan kepribadiannya yang positif dan sedikit impulsif.

Dia masuk bui karena divonis bersalah atas pembunuhan terhadap suaminya yang tukang serong. Bukti-bukti atas pembunuhan itu mengarah pada Mazie: rekaman dari nanny cam (kamera yang digunakan untuk mengawasi anak-anak/bayi di kamar) yang tersembunyi di ruang kerja suaminya, Kip Vonnerjohn Jr, yang menunjukkan perempuan yang terlihat seperti Mazie sedang menembak Kip; gaun tidur Mazie yang bersimbah darah Kip; pistol yang dipakai untuk menembak Kip. The truth is: dia tidak bersalah. Namun, meskipun dia percaya bahwa hukum Amerika akan melindungi orang yang tidak bersalah, tetap saja hukum tidak bisa membebaskannya dan dia harus mendekam di balik jeruji dengan hukuman seumur hidup.

Mazie tidak keluar dari penjara dengan cara-cara keren ala Prison Break. Tidak ada yang membantu dia lari dari penjara, kecuali sebuah tornado yang tiba-tiba melanda penjara Taycheedah di Wisconsin timur. Melihat kemungkinan untuk lari dan mencoba membersihkan namanya, Mazie nekat melakukan petualangan berbahaya itu. Ada salah satu quote dari novel ini: A prisoner’s first duty is to escape. (cue to chuckle)

Dari sini, bisa dilihat Mazie adalah heroine yang sangat pas untuk novel rom-com ini.  Petualangannya ketika 1) lari dari Taycheedah, 2) mengecoh polisi-polisi yang mengejarnya, 3) hidup sebagai buron sambil mencari cara untuk membersihkan namanya, benar-benar… lucu, hilarious. Mulai dari mengarang cerita pada seorang ibu-ibu bahwa dia baru saja hampir diperkosa agar dia bisa dapat tumpangan untuk menjauh dari kawasan penjara, mengutil pakaian di toko yang sedang mengadakan obral, mencuri sebuah van, hampir diperkosa pemilik lumbung yang menangkap basah dia sedang numpang tidur, hingga meloloskan dari lubang jarum U.S. Deputi Marshal Irving Katz dengan menjatuhkan diri ke atas tumpukan kotoran hewan (yup, and yuck!) dari tempat tinggi, novel ini penuh suspense yang tetap ringan dan lucu.

Selama petualangan Mazie, bisa dilihat bagaimana cara dia berpikir, yang dipengaruhi oleh pengalaman dan tips dari kawan-kawannya di penjara. Mazie selama menjadi buron juga kadang menonton dirinya di berita TV, dan sempat melihat bagaimana ibunya dikejar pencari berita dan, alih-alih menyuruh dia menyerahkan diri, mendorongnya agar terus lari dan berusaha membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Dia tahu orang tuanya sayang padanya, meskipun mereka menamainya Margarita, yang dia komentari: “Kenapa tidak sekalian saja aku dinamai Daiquiri atau Singapore Sling (nama minuman beralkohol)?” (cue to chuckle) Mazie juga menjadi semacam heroine dan punya banyak penggemar yang selalu mengikuti berita tentang dia and cheering her on.

Ada twist di novel ini yang (seharusnya iya tapi tidak) saya antisipasi, yang membuat petualangan ini jauh lebih menarik. Sepertinya ini memang chick lit, tapi alih-alih hanya mengobral romansa, The Escape Diaries membawa pembaca mengarungi perjalanan penuh intrik dan action (ala rom-com) bersama si buron cantik. Kesimpulan: diari yang satu ini pokoknya sangat recommended untuk dibaca.

P.S. Belum di-archive di NetGalley sehingga masih bisa di-request (hingga postingan ini diterbitkan 29 Juni 2013).

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s