E-Reader: Konsep Baru dalam Membaca Buku

E-book (buku elektronik/buku digital) pasti bukan barang aneh buat kamu, entah format PDF atau txt yang sudah sangat umum, atau format-format lain yang lebih jarang dikenal seperti chm, mobi, epub, lit, atau djvu. E-book biasanya dibaca oleh kebanyakan orang Indonesia di komputer, baik PC maupun laptop. E-book adalah pilihan terbaik buat book junkie yang ketagihan membaca tapi tidak punya bujet tinggi untuk membeli buku. Selain banyak beredar secara bebas di internet, e-book memiliki beberapa kelebihan dibandingkan buku cetak, antara lain:

  • murah, apalagi kalau cari gratisan
  • irit tempat, karena 1 e-book ukurannya kecil (kecuali e-book penuh gambar seperti majalah; berarti e-magazine ya?) dan sama sekali tidak makan lemari, eh … menghabiskan ruang lemari/rak buku
  • mudah digandakan, kecuali mungkin yang terproteksi
  • kadang bisa dicetak, tergantung format dan proteksinya

Di komputer, e-book bisa dibaca dengan beberapa aplikasi menurut formatnya, antara lain:

Adobe Reader

Adobe Digital Editions

Microsoft Reader

WinDjView

Orang yang membaca e-book di komputer selalu mengeluhkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan, antara lain karena:

  • hanya bisa dilakukan di tempat tertentu di mana komputer berada (jika dengan PC)
  • tidak bisa dilakukan dengan semua posisi (baca di laptop sambil pup, sambil tiduran telentang tentu saja sulit)
  • melihat layar terlalu lama bisa mengakibatkan mata letih atau pedih, sakit kepala, dll.
  • tidak bisa dilakukan di tempat yang terang karena sinar matahari karena tulisan tidak terlihat jelas di layar LCD

Oleh karena itu, mereka2 yang punya bujet lebih akhirnya memilih untuk membeli tablet. Hingga tahun 2012, tablet dengan merk terkenal (Samsung Galaxy Tab, iPad, dll.) masih belum terlalu terjangkau karena harganya masih berkisar di atas 3 juta. Orang yang irit seperti saya pasti berpikir lebih baik dibelikan laptop sekalian saja. Toh dengan bujet segitu bisa dapat spek jauh lebih OK. Awal 2013 ini sih sudah muncul tablet dengan kisaran harga 1 jutaan yang sudah OK: Acer Iconia B1 dan Asus MeMo Pad.

Acer Iconia B1-A71

Asus MeMO Pad

Dan, sebelum saya mulai ngaco dengan me-review 2 gadget yang bikin mupeng ini dan membuat blog buku ini semakin terlihat seperti blog gadget, saya akan membeberkan rahasia membaca e-book yang bisa dengan sangat drastis mengurangi ketidaknyamanan seperti yang sudah disebutkan di atas.

Alat ini disebut e-reader (e-ink).

E-ink E-reader

Nah, apa sih e-reader itu? Sebagian besar orang yang saya kenal yang asli Indonesia belum pernah mendengar soal e-reader yang seperti ini, yang tidak menyakiti mata sebagaimana layar LCD. Saya sendiri baru mengenal e-reader sekitar 4-5 bulan yang lalu. Saya lupa bagaimana persisnya saya mulai mencari informasi tentang alat ini. Yang jelas, teman saya yang sedang ada di Amerika Serikat (US) menawarkan akan membelikan e-reader pilihan saya (tentu saja dengan dana dari saya) dan membawakannya ke Indonesia ketika dia kembali.

Jadi, e-reader (atau e-book device atau e-book reader) adalah alat elektronik mobile yang didesain khusus untuk membaca buku. E-reader tidak berwarna tapi monokromatik. Hitam-putih. E-reader ini dibuat sedemikian rupa sehingga memberikan kenyamanan untuk membaca, semirip mungkin dengan pengalaman membaca buku cetak (kertas). Inilah yang disebut e-ink. Display e-ink memantulkan cahaya seperti halnya kertas, sehingga lebih nyaman digunakan untuk membaca teks.

Perbandingan Display E-ink, Kertas, dan LCD

E-reader memiliki daya pemakaian yang jauh lebih lama daripada tablet biasa. Beberapa e-reader bisa dipakai sampai 8 minggu dengan penggunaan setengah jam per hari. Berarti 3,5 jam seminggu, jadi total 28 jam. Selain itu, e-reader bisa digunakan untuk membaca di luar ruangan, di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Berjemur sambil membaca e-book? Tentu saja bisa. Tidak seperti handphone atau laptop atau tablet biasa yang layarnya tidak akan terbaca ketika terkena sinar matahari, e-reader memungkinkan kamu tetap membaca walau sambil berjemur di, katakan, pinggir pantai, atau teras rumah.

E-ink vs LCD di Luar Ruangan

Sebaliknya, ketika sumber cahaya tidak ada atau sangat sedikit, misalnya saat listrik padam atau cahaya remang2, kamu tidak akan bisa membaca e-book dengan e-reader. Tentu saja kalau kamu baca saat listrik menyala, kamu tinggal menyalakan lampu.

Membaca E-ink dengan Lampu Tambahan

 

4 responses to “E-Reader: Konsep Baru dalam Membaca Buku

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s